you're nobody untill you're talked about

Nov 29

“Expecting life to treat you well because you are a good person is like expecting an angry bull not to charge because you are a vegetarian.” — Shari R. Barr (via kari-shma)

Nov 18

THE LOST CRAYON

BY AJENG SARASWATI PUTRI

Setiap hari anak itu menggambar di atas kertas, lalu mewarnainya dengan krayon. Dia tidak memiliki sekotak besar krayon yang terdiri dari 133 warna. Hanya sebuah kotak kecil krayon yang terdiri dari beberapa warna. Namun, itu saja sudah cukup untuk mewarnai lembaran kertas kosong yang biasanya hanya ia gambar hitam-putih.

Kemarin sangat berbeda. Hari itu, ia tidak dapat menemukan krayonnya. Ia melihat kotaknya. Masih utuh. Tetapi, tak satupun krayon ia temukan.

Ia tetap menggambar dengan pensilnya. Mengarsir sebisanya supaya gambar di atas kertasnya memiliki sedikit warna. Pensilnya berkali-kali patah, namun ia tetap mengarsir sambil terus berharap tiba-tiba ada keajaiban yang mengembalikan krayon-krayonnya yang tiba-tiba hilang.

Ia hampir menyerah. Dilihatnya gambar di atas kertas putih yang sudah hampir setengah hari ia kerjakan. Suram. Hanya hitam dan putih. Anak tadi beristirahat sebentar. Mencoba bermain dengan gitarnya, berharap ia lupa akan hilangnya krayon-krayon kesayangan.

Semenit kemudian, ia kembali gelisah. Bukan gitar yang ia cari, ia ingin krayon-krayonnya untuk mewarnai gambar yang masih setangah jadi tadi. Kali ini ia mulai mencari di setiap sudut ruangan yang ada, setiap celah yang ia lewati, tidak semilipun ia lewatkan demi menemukan krayon-krayonnya.

Akhirnya, disebuah pojokan, tergeletak sesuatu berwarna. Didekatinya benda tadi. Pensil warna.

Anak itu cukup terhibur menemukan pensil warna itu. Ia langsung kembali menghampiri kertas yang tadi ia geletakkan begitu saja. Tangannya mulai asik mewarnai bagian-bagian putih yang sedari tadi memang ingin ia warnai.

Ia kemudian asik sendiri dengan kegiatannya. Menemukan sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang baru. Mewarnai dengan pensil warna berbeda dengan crayon. Setelah asik sendiri, anak tadi kembali mengamati hasil karyanya. Lalu sedikit cemberut. Hasil gambarnya hari ini tidak jelek. Namun tidak sebagus biasanya. Warnanya tidak seindah ketika ia menggradasikan warna-warna krayonnya. Warnanya tidak sepadat ketika ia mewarnai dengan krayon. Hasilnya berbeda.

Anak tadi kembali melirik kotak krayonnya yang hari ini kosong. Membukanya, berharap tiba-tiba krayon-krayonnya lengkap seperti biasa.

Nihil.

Kotaknya tetap kosong. Hanya menyisakan potongan-potongan kecil yang kira-kira ukurannya tak lebih dari dua sampai tiga mili. Anak itu mengambil potongan-potongan itu. menggoresnya sedikit di atas gambar yang telah ia kerjakan hampir seharian.

Goresan potongan berukuran mili tadi ternyata terlihat nyata di atas kertas. Anak itu sedikit mengembangkan senyum. Ini dia warna yang biasa ia lihat. Hanya saja kali ini tidak ia dapatkan dari krayon kesayangannya yang utuh. Ia mendapatkan warna tadi dari potongan kecil dari krayon-krayon kesayangannya.

Ia lalu melanjutkan mewarnai dengan krayon yang seadanya. Sampai akhirnya gambarnya selesai.

Anak itu melihat hasil akhir gambar yang telah ia buat seharian. Tidak buruk. Namun tidak sebagus biasanya. Tidak suram. Namun tidak secerah biasanya.

Gambarnya berbeda dari biasanya. Setelah puas melihat, disimpannya kertas tadi ke dalam laci biasa ia menyimpan gambar-gambarnya. Menyudahi hari itu dan bersiap tidur.

Sebelum tidur ia berdoa:

“Tuhan, terimakasih untuk hari ini. Semoga hari esok lebih baik.”

Lalu ia kembali menambahkan:

“Tuhan, semoga juga aku besok bisa menemukan krayon-krayonku. Aku rindu mereka…”

PS from Nanda:

Ajeng!! kamu bikin aku terharu!

Hmm.. kadang mungkin kita harus terbiasa untuk tidak merasakan kehadiran satu sama lain. Cepat atau lambat, tanpa disadari, Crayon2 itu akan habis dengan sendirinya. Setiap kali kamu menggunakan crayon-crayon itu untuk menghasilkan gambar yang indah, maka tanpa terasa juga kamu telah menghabiskan sedikit demi sedikit warna dalam crayon itu dan pada akhinya tiada lagi yang tersisa. Lalu harus bagaimana?  tidak ada yang menyalahkanmu untuk menggunakannya, caryon2 itu pun merasa berguna karena berhasil bekerja sesuai fungsinya. Namun, janganlah kamu terlelap dalam butiran warna indahnya. Berpikirlah, apakah ketika crayon-crayon itu habis, kamu akan membiarkan lembaran kertasmu tetap suram? tentu tidak bukan?! kamu harus terus mencari dan mencari hingga kamu berhasil menemukan pewarna baru yang bisa menghiasi lembar kertasmu. Mungkin hasilnya memang tidak akan sama, tapi dengan itu kamu akan mengetahui lebih banyak warna lagi yang bisa dihasilkan. Walaupun tidak sama dengan yang dulu, bukannya hasil karyamu akan terus kamu simpan? bahkan aku yakin akan kamu akan memajangnya untuk memenuhi setiap sudut kamarmu. Dan pada akhirnya crayon2 itu pun akan tersenyum, melihat betapa berharganya warna yang dia berikan bagi kehidupan seseorang..

Hehe.. norak yah kitaa.. maaf balesaanya mungkin ga sebagus tulisaanmu! Gilaaa„, masa gw saingan sama penulis berbakat?! hahaha..

Nov 16

icanread:

(by surelyjerly)



I dedicated this post to Ajeng Saraswati Putri, Agatha Roulina Tambunan, Angelina Lourensia, Syeni Mirzani, Carla Casandra, Maya Issabela, Bejenk Amantjik and Albert Eltom. Because of you all, my life is like a set of crayons! i just the need to choose the colour that I like and make me happy =)

icanread:

(by surelyjerly)

I dedicated this post to Ajeng Saraswati Putri, Agatha Roulina Tambunan, Angelina Lourensia, Syeni Mirzani, Carla Casandra, Maya Issabela, Bejenk Amantjik and Albert Eltom. Because of you all, my life is like a set of crayons! i just the need to choose the colour that I like and make me happy =)

BISA GILA!!

This is the most hectic week I’ve met so far! I’ve never thought before, my over activities around campus, could totally drive me insane, but today, I HAVE FELT IT!!! just so you wanna know my to do list in this week..*SIGH*

After spending almost fully week with BAKDES and HIGH SCOPE MUN, I straight away back to bandung with one question in my mind, a very simple one anyway, “CAN I HAVE REST FOR A WHILE?” but it’s just a rhetorical question that i don’t need to answer, cause it obviously a big NO! haha poor me.

1) It was Sunday, means that I had to make Aspac weekly summary

2) Monday, up early cause I had to attend Prakdip coordinator meeting with Mas Giandi at 10. Went to KAA, to make sure and check everything out.

3) Tuesday: prakdip simulation at 4, and then straightly I’ll be going to Korean course when today I’m going to be tested! OH NO!

4) Wednesday : I’ll be going to KAA again!, in the evening I’ll be having Horen test or listening test in Goethe! (so nervous)

5) Thurday: Rapat akbar prakdip, rapat, rapat and rapat again!

6) Friday: H-I, Prakdip preparation, probably spending night in KAA

7) Prakdip Time!!!! wish me a big Success please =)

has everything done Ladies and Gentlemen?

UNFORTUNATELY NOT YET!

8) Monday again: Aspac “Asian Financial Crisis Presentation” CRAP!!!!

9) Along with my logistic team, we’ll be practicing for the 23rd Performance on SSN!

AFTER ALL I WISH I COULD STAY STRONG, KEEP UP MY FULL ENERGY AND PASSION.

Dear God„

I’ll do my best

Would you helping me for doing the rest?

I believe my self as much as I believe in you..


quote-book:


kari-shma:

via: notebookdoodles

quote-book:

kari-shma:

via: notebookdoodles

Nov 04

“Where there is love there is life.” — Mahatma Gandhi (via kari-shma)

Stressed OUT? PHOTOBOOTH time!!

Almost every single time works LOL

Nov 02

It's just a dream

Oct 26

kadal bego !!